Pembukaan Proposal Masa Depan TDA

Maret 3, 2009 at 5:11 am Tinggalkan komentar

Secara pribadi, pengetahuan saya tentang komunitas ini belumlah sesempurna seorang member yang betul – betul mengetahui apa dan bagaimana kelompok, organisasi atau jama’ah yang akan menjadi naungannya. Sebetulnya agak aneh, tetapi demi melihat suasana yang begitu dinamis, harmoni dan berkesinambungan, saya berfikir secara hemat untuk paling tidak menjalani dahulu segala potensinya.
Meski tidak selalu terlibat secara langsung dalam manajemen komunitas, tetapi sekali dua kali saya memang bergabung, menawarkan atau ditawarkan menjadi bagian dari sebuah kegiatan di sini.
Dalam sebuah catatannya (baca: http://roniyuzirman.blogspot.com/2008/04/erie-sudewo-tda-adalah-gerakan.html), Eri Sudewo secara jelas menyatakan TDA adalah sebuah komunitas bermasa depan cerah. TDA, lanjut Pak Eri, sudah melakukan gerakan strategis. Gerakan strategis ini saya artikan sebuah gerakan nyata dalam mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, yang mungkin saja masih menjadi wacana di komunitas lain. Perlu diketahui, berbagai tawaran komunitas telah menawari Pak Eri untuk bergabung, dan hanya TDA lah yang beliau iyakan, begitu tulis Pak Roni di blognya.
Hal itu tentu bisa dibuktikan. Di sela menuju bundaran HI sewaktu acara penyebaran flyer milad jum’at lalu (27/2) saya berkesempatan berdiskusi ringan dengan Pak Isdianto dan Pak Roni. Kita menyampaikan bagaimana jadinya bila TDA kelak memiliki 10.000 member yang berpenghasilan masing – msing, katakanlah 1 milyar per tahun saja, maka komunitas ini akan menyumbang 10 trilyun per tahun. Luar biasa kan, bisa mensuplay pendapatan perkapita orang Indonesia yang di bawah 5000 USD. Ini exclude berapa orang terbantu di setiap sektor usahanya. Untuk sebuah usaha kecil dengan range pendapatan 30 – 50 juta saja per bulan, minimal perlu 1 orang tenaga kerja. Kalikan saja, jika dirata – ratakan ada minimal 10 agency, yang satu agentnya mempekerjakan paling tidak 10 orang. 10 ribu pengusaha TDA dengan sendirinya bisa meringankan beban ekonomi masyarakat Indonesiaakan membantu pemerintah mempekerjakan sekitar 100 ribu orang. Tidak salah lagi, sekali lagi potensi TDA sangat besar dengan pola pengembangan positif dari waktu ke waktu.

Membentuk Komunitas yang Tangguh

Di luar perhitungan positif di atas, sebagai sekumpulan manusia, setinggi langitpun cita – citanya, bumilah tempatnya berpijak. Semakin tinggi pohon tentu semakin kencang anginnya. Tidak sedikit komunitas yang hanya diawali dari obrolan santai sambil nge-teh, menjelma menjadi komunitas dahsyat semacam HMI. Tidak sedikit pula komunitas yang diresmikan di gedung mewah, dihadiri para pejabat, tetapi dalam sekejap menjadi kerdil tidak berharga lagi. TDA bukanlah komunitas sentralistik yang eksistensi anggotanya tergantung kepada siapa founder TDA, Presiden TDA atau Direktur – direkturnya. Anggotalah yang akan menentukan dan mengukur sampai sejauh mana dia memberikan kontribusi untuknya dan komunitasnya. Komunitas TDA saya ibaratkan ruangan dengan fasilits Hot – Spot free yang jernih dan ber AC. Tetapi jika PC yang dibawa tidak mampu mengupgrade, memiliki kualitas yang rendah, tidak akan ada manfaatnya. Lain halnya jika si pemilik PC meminta rekan – rekan yang sudah terlebih dulu ada di dalam ruangan untuk membantu mengupgrade kualitas jaringan PC nya. Begitulah TDA. Karenanya, membangun komunitas ini, memerlukan pemahaman yang mendalam dari para anggotanya, tentu dengan dukungan manajemen dan kerjasama positif member lainnya. Tidak seperti media MLM yang mengharuskan anda “menyetor” data kepada upline, di TDA para member senantiasa berbuat dan “menyetor” untuk diri sendiri, member lainlah yang memberikan jalan dan caranya.
Bagaimanapun, kompleksitas issu masa depan TDA tidak bisa dikatakan gampang -gampang saja, karena kompleksitasnya langsung mengenai ke arah mana tujuan akan diarahkan. Hal ini tidak bisa dijawab orang per orang seberapapun pintarnya, melainkan memerlukan pendapat dan kesepakatan kolektif. Pendapat tersebut merupakan keterwakilan pemahaman yang murni tentang arah TDA sebenarnya.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

A Tribute to Tsunami (Victims) Karena semuanya begitu sederhana

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Terkini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.